Muhammad Zaini Abdul Ghani

Beliau Adalah

Biografi Guru Sekumpul

Seorang ulama dan tokoh kharismatik yang berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan. Beliau dikenal luas sebagai guru tarekat Sammaniyah dan dianggap oleh banyak pengikutnya sebagai seorang wali Allah. Beberapa poin penting mengenai Guru Sekumpul: Nama lengkap: KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari. Lahir: Beliau lahir pada 11 Februari 1942 di Tunggul Irang Seberang, Martapura. Wafat: Beliau meninggal pada 5 Rajab 1426 H, atau sekitar tahun 2005 M. Panggilan: Beliau sering dipanggil "Abah Guru Sekumpul" oleh para pengikutnya. Julukan: Julukan "Guru Sekumpul" melekat pada dirinya karena beliau mendirikan pesantren dan menyebarkan dakwah di daerah Sekumpul, Martapura..

  • 707405 Kelurahan Sekumpul, Martapura, banjarbaru.
  • +62 813
  • admin@gurusekumpul.com
  • www.gurusekumpul.com
Me

Ajaran Guru Sekumpul

Beliau Merupakan pengajar tarekat Sammaniyah, sebuah aliran sufisme yang didirikan oleh Syekh Muhammad bin Abdul Karim.

Tarekat Sammaniyah 99%
Tasawuf 99%
Haul Akbar 99%
Jadwal Acara Majelis 99%

Live Pengajian

Live Streaming Dari Musholla Arraudhah Sekumpul

Kutipan Video

Kutipan Kutipan Video Story Untuk Jamaah.

Gambar HD

Gambar Beliau Versi HD Bagi Jama'ah .

Audio Pengajian

Kumpulan Audio Pengajian Untuk Jama'ah.

Acara Kegiatan

Jadwal Kegiatan Musholla Arraudhah Sekumpul.

Relawan Sekumpul

Jama'ah Pecinta beliau yang siap mendedikasikan waktu dan tenaganya.

0
HAUL AKBAR
0
SOSIAL MEDIA
0
MEDIA INTERNASIONAL
0
MEDIA NASIONAL
  • Panduan Jama’ah & Dapur Umum pada Haul Guru Sekumpul | Himbauan Resmi

     

    Panduan Jama’ah dan Dapur Umum pada Haul Guru Sekumpul


    Haul guru sekumpul merupakan salah satu kegiatan keagamaan terbesar di Indonesia yang selalu dipadati jutaan jama’ah dari berbagai daerah. Acara ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan dan keteladanan ulama besar Kalimantan Selatan, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antarumat.

    Agar kegiatan haul guru sekumpul berjalan lancar, panitia melalui Tim Induk Sekumpul mengeluarkan berbagai himbauan penting bagi warga yang mendirikan dapur umum serta jama’ah yang hadir. Berikut panduan lengkap yang perlu diketahui.

    Himbauan Pada Warga yang Mendirikan Dapur Umum

    Banyak warga yang berpartisipasi secara sukarela dengan membuka dapur umum di sepanjang jalur jama’ah. Agar kegiatan ini tertib dan terkoordinasi, terdapat sejumlah aturan yang harus dipatuhi.

    Warga yang ingin membuka dapur umum wajib memiliki lahan yang memadai dan jumlah relawan yang cukup. Hal ini bertujuan agar proses memasak dan distribusi makanan tidak mengganggu arus jama’ah.

    Selain itu, seluruh bahan makanan dan perlengkapan memasak harus dipersiapkan sejak awal. Persiapan matang akan mencegah terhambatnya proses penyediaan konsumsi bagi jama’ah.

    Setiap dapur umum diwajibkan melapor dan berkoordinasi dengan Tim Induk Sekumpul atau posko terdekat. Tujuannya agar distribusi konsumsi merata dan tidak terjadi penumpukan jama’ah di satu lokasi saja.

    Pengelola dapur umum juga diingatkan untuk tidak memaksakan jumlah masakan melebihi kemampuan. Baik dari segi dana, tenaga, maupun area pembagian harus diperhitungkan dengan baik. Pembagian diutamakan untuk wilayah sekitar dapur terlebih dahulu agar pelayanan lebih efektif.

    Kualitas makanan menjadi perhatian utama. Makanan yang dibagikan harus layak konsumsi, higienis, dan tidak dalam kondisi basi. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan jama’ah selama mengikuti haul guru sekumpul.

    Pembagian konsumsi diutamakan pada sore hingga malam hari saat kegiatan berlangsung. Relawan laki-laki diutamakan dalam proses pembagian guna menjaga kelancaran arus jama’ah.

    Terdapat pula larangan yang harus diperhatikan, di antaranya tidak menjadikan kegiatan ini sebagai ajang keuntungan pribadi, tidak membuka donasi secara terbuka, dan tidak menggunakan atribut organisasi. Selain itu, dilarang memajang hiasan berlebihan yang dapat mengganggu kekhusyukan acara.

     

     

    Himbauan Penting untuk Jama’ah Haul Guru Sekumpul

    Selain bagi relawan, terdapat pula panduan bagi jama’ah yang hadir dalam haul guru sekumpul.

    Jama’ah wajib mengikuti arahan relawan dan aparat yang bertugas di lokasi acara. Kedisiplinan jama’ah sangat penting demi kelancaran acara.

    Bagi jama’ah yang memiliki riwayat penyakit, disarankan membawa obat-obatan pribadi dan mengetahui lokasi posko kesehatan terdekat sebagai langkah antisipasi.

    Jama’ah yang membawa anak-anak dan lansia dianjurkan memberikan tanda pengenal yang berisi nama dan nomor kontak yang mudah dihubungi jika terpisah dari rombongan.

    Kebersihan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan haul guru sekumpul. Jama’ah dihimbau untuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak meninggalkan sampah setelah acara selesai. Prinsip “Datang Bersih, Pulang Bersih” menjadi kunci kenyamanan bersama.

    Bagi jama’ah yang berasal dari daerah sekitar seperti Banjarbaru dan Martapura, dan memungkinkan untuk berjalan kaki, dianjurkan untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor. Hal ini bertujuan mengurangi kemacetan dan keterbatasan area parkir.

    Manfaat Menjaga Ketertiban pada Haul Guru Sekumpul

    Pelaksanaan haul guru sekumpul yang tertib akan menciptakan suasana kondusif, aman, dan penuh keberkahan. Seluruh jama’ah dapat beribadah dengan khusyuk, tanpa gangguan yang dapat merusak kekhidmatan acara.

    Ketertiban juga mencerminkan akhlak mulia umat Islam dalam menghormati guru dan ulama. Dengan sikap disiplin, saling menghargai, dan peduli, nilai-nilai keteladanan Guru Sekumpul dapat benar-benar dirasakan dalam kehidupan nyata.

    Penutup

    Dengan menaati seluruh himbauan yang diberikan, diharapkan pelaksanaan haul guru sekumpul berlangsung lancar dan sukses. Peran aktif jama’ah, relawan, dan warga sangat penting demi terciptanya acara yang aman, bersih, dan penuh berkah.

    Semoga haul guru sekumpul menjadi momentum kebangkitan spiritual dan mempererat persaudaraan umat Islam.

  • Menyambut haul ulama karismatik Kalsel Guru sekumpul keponakan dan guru seman mulia paman


     

    Guru H. Seman Mulya adalah panggilan populer Turun Guru Muhammad Seman bin Hj. Shafiat binti Muhammad bin Iyang binti Muhammad Yusuf bin Mufti Muhammad Khalid bin Khalifah Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.

    Beliau dikenal pula sebagai Guru Semman Bujang dan Guru Padang. Beliau merupakan saudara kandung dari ibu Guru Sekumpul (Hj. Masliah) yang saling menyayangi satu sama lain. Dengan kata lain, beliau merupakan paman Guru Sekumpul dari garis ibu.

    Beliau belajar ilmu agama dengan banyak guru di Martapura terutama sekali dengan Tuan Guru Kasyful Anwar yang waktu itu menjadi guru pula dari Guru Tuha (Tuan Guru Abdul Qadir Hasan), Guru Bangil (Tuan Guru Syarwani Abdan) dan Guru Anang (Tuan Guru Anang Sya’rani Arif).

    Kemudian, ketika di Makkah beliau banyak berguru kepada para Syekh di sana terutama kepada Syekh Saifullah Turki, bersama dengan Mu’allim Syukur (Tuan Guru Abdussyukur dari Teluk Tiram Banjarmasin) dan Guru Mahfuz (Tuan Guru Mahfuz Amin dari Pemangkih, Barabai). Beliau bahkan dikatakan Guru Sakumpul sebagai Khalifah dari Syekh Saifullah Turki.

    Beliau disebut Guru Bangil sebagai ulama yang sangat dicintai bubuhan Martapura. Habib Ahmad Bafaqih menyebut beliau sebagai ulama yang pandai bersyukur, tak pernah gelisah dan kecewa dalam urusan duniawi.

    Guru Kubah (Tuan Guru Munawwar), mengatakan beliau terkenal sebagai ulama yang disegani oleh para muridnya.

    Guru Sakumpul sendiri menyebut pamannya ini sebagai ulama yang ahli berbagai bidang ilmu agama, tetapi beliau tawadu’ (rendah hati) tidak mau menampakkan keahliannya ini.

    Beliau sangat menyayangi Guru Sakumpul sebagai keponakan seperti melebihi anak kandung sendiri.

    Ingin atau memang sudah melihat secara kasyaf bahwa keponakannya ini akan menjadi ulama besar sehingga beliau sangat memperhatikan pendidikan Guru Sakumpul dengan seksama dan secermat-cermatnya.

    Untuk itu, terkadang menguji keilmuan Guru Sakumpul dengan cara tanya-jawab secara langsung berhadap-hadapan. Atau beliau menyuruh Guru Sakumpul untuk mendalami satu bidang ilmu kepada ulama tertentu yang ahli bidang itu.

    Bahkan untuk kematangan dan pendalaman ilmu bagi Guru Sekumpul beliau sampai rela minta kepada guru di Pondok Pesantren Darussalam agar tidak menaikkan kelas atas keponakannya itu.

    Padahal waktu itu nilai seluruh pelajaran yang diujikan kepada Guru Sakumpul, hasilnya “jayyid jiddan” (sangat baik).

    Ketika Guru Sakumpul mulai membuka majlis di kampung Keraton, beliau bersama Guru Rosyad, siap pasang badan menghadapi orang yang ingin menjahili (mengganggu) Guru Sekumpul.

    Guru Sakumpul mengatakan lagi bahwa beliau ahli khalwat, hampir separu hidup beliau dilalui dengan berpuasa yang makan sahur dan berbukanya hanya dengan 6 buah pisang mahuli (3 buah untuk sahur dan 3 buah untuk berbuka).

    Beliau meninggal pada hari Selasa tanggal 25 Jumadil Akhir saat melaksanakan salat Subuh, ketika sujud pada rakaat pertama beliau menghembuskan nafas terakhir.

    Sebelum wafat beliau sempat berwasiat agar dimakamkan di Sekumpul, juga berpesan agar harta beliau yang ada, sepertiga disumbangkan untuk kepentingan agama dan dua pertiganya untuk waris dan peringatan aruh beliau.

  • Gambar abah guru sekumpul

     


    NASIHAT BELIAU

    "Seseorang yang memiliki dua sifat, yaitu berprasangka baik kepada orang lain dan berprasangka buruk kepada dirinya sendiri, adalah tanda orang yang dekat dengan Allah.".

    ALAMAT

    Sekumpul Martapura Banjarbaru Kalimantan Selatan

    EMAIL

    admin@gurusekumpul.com

    TELEPHONE

    +62
    +62 813

    MOBILE

    0813,
    0813